Barcelona, Spanyol — Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Malikussaleh, Herizal, berpartisipasi aktif sebagai presenter dalam CITAD 8 (8th International Conference on the Anthropological Theory of the Didactic) yang diselenggarakan pada 19–23 Januari 2026 di Centre de Recerca Matemàtica (CRM), Universitat Autònoma de Barcelona, Spanyol.
Konferensi internasional bergengsi ini dihadiri oleh 99 peserta dari berbagai belahan dunia, mencakup negara-negara Asia seperti Cina dan Jepang, kawasan Eropa antara lain Spanyol, Prancis, Jerman, Denmark, Norwegia, Kroasia, Portugal, Swedia, dan Swiss, serta negara-negara di benua Amerika seperti Brasil, Peru, Argentina, Kanada, dan Meksiko. Dalam forum ilmiah tersebut, Herizal tercatat sebagai satu-satunya delegasi dari Indonesia.
Keikutsertaan Herizal dalam CITAD 8 didukung oleh grant dari panitia konferensi, yang memberikan kesempatan berharga untuk mempresentasikan hasil kajian serta terlibat dalam diskusi akademik secara langsung dengan para peneliti internasional di bidang Anthropological Theory of the Didactic (ATD).
CITAD 8 menghadirkan Yves Chevallard, penggagas utama teori ATD, sebagai keynote speaker. Selain itu, konferensi ini juga dihadiri oleh sejumlah pakar ATD kelas dunia, di antaranya Marianna Bosch dan Carl Winslow. Kehadiran para tokoh sentral tersebut menjadikan CITAD 8 sebagai forum strategis dalam pengembangan teori dan metodologi riset pendidikan matematika.
Mengusung tema “Research Praxeologies in the Anthropological Theory of the Didactic”, CITAD 8 menjadi ruang akademik untuk memperdalam diskursus teoretis dan metodologis mengenai praxeologi penelitian dalam kerangka ATD. Konferensi ini membahas cara penelitian dilakukan dalam perspektif ATD, karakteristik praxeologisnya, serta pemanfaatan konsep dan perangkat ATD dalam kajian pendidikan matematika.
Menanggapi pengalamannya mengikuti konferensi tersebut, Herizal menyampaikan bahwa partisipasi dalam CITAD 8 memberikan wawasan dan pengalaman akademik yang sangat berharga. “Konferensi ini memperkaya pemahaman saya terhadap teori ATD, sekaligus membuka kesempatan berdialog langsung dengan para pakar yang selama ini menjadi rujukan utama dalam penelitian saya,” ujarnya.
Partisipasi Herizal dalam forum internasional ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik global serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan riset dan keilmuan pendidikan matematika di Universitas Malikussaleh dan Indonesia secara umum.



